TANGGUHKAN SEBENTAR DI BAHUKU
Duhai sang angin
Tangguhkan sebentar hembusanmu
Andai laut berbisik sendu
Ada amarah yang menganggu
Duhai sang laut
Tangguhkan sebentar amukanmu
Andai ombak enggan berlagu
Ada resah yang memburu
Duhai sang ombak
Tangguhkan sebentar geloramu
Andai pepasir pantai membiru
Ada cemar yang berteleku
Duhai pepasir
Tangguhkan sebentar serakanmu
Andai pelangi enggan bersatu
Ada sirna yang celaru
Duhai pelangi
Tangguhkan sebentar senyumanmu
Andai mentari enggan bertamu
Ada rajuk yang membisu
Duhai mentari
Labuhkan sebentar cahayamu
Agar aku bisa menunggu
Bisikan angin,laut,ombak,pepasir dan pelangi itu
Hiasi malamku tanpa jemu
Melepas lelah dan sendu
Di bahuku yang bertatah rindu.
Ainnurmustaqim111015
12.30pgselayang
Tuesday, 1 December 2015
TINTAKU 54...TERLUNASKAH HUTANGMU
TERLUNASKAH HUTANGMU
Tika kerdipan di tubir matamu
menyambut langit pagi yang membiru
hadirkah dalam sekujur benak
bisa terlunaskah hutangmu?
Tika senyuman jelma di bibir mungilmu
menjamah pelangi indah di pagi nan cerah
wujudkah secangkir insaf pada akal
bisa terlaksanakah hutangmu?
Tika tangan yang menggengam
patuh menyentuh hiasan dunia
wujudkah rasa zahir di kalbu
bisa tertunaikah hutangmu?
Tika kaki yang terkujur kaku
menghayun derap langkah yang merencah
munculkah kerendahan di relung jiwa
apa wajib membayar piutangmu?
Tika jasad membaring lesu
sepantas riak membelah dunia
jelmakah taubatan nasuha di jambatan rohani
apa benar dirimu berhutang setiap inci?
Tangguhkan sebentar rasa alpa
lepaskan sebentar amuk jiwa
tika asyik di syurga dunia
bimbang ajal menjemput usia
Benar dirimu telah lupa
segala yang kau julang puja
adalah pinjaman semata
sekadar indah di pandangan mata
sementara lunak di halwa telinga
sebentar nyaman di kolam rasa
adalah aku janji yang kau maknai
di alam roh segala bersaksi
terbayarkah piutangmu selama ini
atas nikmat yang tidak pernah engkau syukuri
ainnurmustaqim241115
1100mlmselayang
Tika kerdipan di tubir matamu
menyambut langit pagi yang membiru
hadirkah dalam sekujur benak
bisa terlunaskah hutangmu?
Tika senyuman jelma di bibir mungilmu
menjamah pelangi indah di pagi nan cerah
wujudkah secangkir insaf pada akal
bisa terlaksanakah hutangmu?
Tika tangan yang menggengam
patuh menyentuh hiasan dunia
wujudkah rasa zahir di kalbu
bisa tertunaikah hutangmu?
Tika kaki yang terkujur kaku
menghayun derap langkah yang merencah
munculkah kerendahan di relung jiwa
apa wajib membayar piutangmu?
Tika jasad membaring lesu
sepantas riak membelah dunia
jelmakah taubatan nasuha di jambatan rohani
apa benar dirimu berhutang setiap inci?
Tangguhkan sebentar rasa alpa
lepaskan sebentar amuk jiwa
tika asyik di syurga dunia
bimbang ajal menjemput usia
Benar dirimu telah lupa
segala yang kau julang puja
adalah pinjaman semata
sekadar indah di pandangan mata
sementara lunak di halwa telinga
sebentar nyaman di kolam rasa
adalah aku janji yang kau maknai
di alam roh segala bersaksi
terbayarkah piutangmu selama ini
atas nikmat yang tidak pernah engkau syukuri
ainnurmustaqim241115
1100mlmselayang
TINTAKU 53...SEANDAINYA AKU TAHU
SEANDAINYA AKU TAHU
Seandainya aku mengetahui
Betapa nikmatnya kesakitan itu
Nescaya aku merayu
Tangguhkan sihat buatku
Seandainya aku menyedari
Betapa nikmatnya kelaparan itu
Nescaya aku enggan
Dihadirkan kenyang buatku
Seandainya aku memahami
Betapa nikmatnya kemiskinan itu
Nescaya aku tidak mahu
Diberi kekayaan buatku
Seandainya aku mengerti
Betapa nikmatnya penderitaan itu
Nescaya aku menolak
Dihadiahkan bahagia buatku
Seandainya segala nikmat itu
Adalah bisa yang mencalar tiap waktuku
Aku rela di sentuh dengan segala ujian-MU
Andai itu adalah penawar bagi tiap khilafku
Bagi tiap lalaiku
Bagi tiap laghoku
Bagi tiap alpaku
Sungguh aku rela
Kerana..
Aku tidak tahu akan bila hadirnya
AJALKU..
Tinggalkan sedikit waktu YA ALLAH
Andai dapat aku membasahi lidahku
Hanya dengan menyebut NAMA-MU
Andai ini kalam terakhir dariku…
@innurmust@qim301115
0900pgputrajaya
Seandainya aku mengetahui
Betapa nikmatnya kesakitan itu
Nescaya aku merayu
Tangguhkan sihat buatku
Seandainya aku menyedari
Betapa nikmatnya kelaparan itu
Nescaya aku enggan
Dihadirkan kenyang buatku
Seandainya aku memahami
Betapa nikmatnya kemiskinan itu
Nescaya aku tidak mahu
Diberi kekayaan buatku
Seandainya aku mengerti
Betapa nikmatnya penderitaan itu
Nescaya aku menolak
Dihadiahkan bahagia buatku
Seandainya segala nikmat itu
Adalah bisa yang mencalar tiap waktuku
Aku rela di sentuh dengan segala ujian-MU
Andai itu adalah penawar bagi tiap khilafku
Bagi tiap lalaiku
Bagi tiap laghoku
Bagi tiap alpaku
Sungguh aku rela
Kerana..
Aku tidak tahu akan bila hadirnya
AJALKU..
Tinggalkan sedikit waktu YA ALLAH
Andai dapat aku membasahi lidahku
Hanya dengan menyebut NAMA-MU
Andai ini kalam terakhir dariku…
@innurmust@qim301115
0900pgputrajaya
Wednesday, 18 November 2015
TINTAKU 52... CEMAR SEBUAH LAKARAN TAKDIR
CEMAR SEBUAH LAKARAN TAKDIR
Di atas lembaran putih itu
berteman kalam warna luna
aku melakar impian maya
dengan serakan warna warna cinta
aku dirikan sebuah istana
di tengahnya taman inderaloka
haruman dari kasturi, kemboja dan kenanga
turut menyimpul senyum simawar desa
kesuciannya amat tulus terpelihara
berteman kalam warna luna
aku melakar impian maya
dengan serakan warna warna cinta
aku dirikan sebuah istana
di tengahnya taman inderaloka
haruman dari kasturi, kemboja dan kenanga
turut menyimpul senyum simawar desa
kesuciannya amat tulus terpelihara
Di atas lembaran putih itu
masih berteman kalam warna luna
aku melakar takdir khayalan
dengan percikan warna warna pelangi
aku iringi rerama dan sang lebah menari
aku bisikkan pepatung dan kekunang menyanyi
aku hamparkan permaidani sutera yang mewangi
agar alam ini menyaksi
aku melakar takdir agar kau dan aku bersemi
masih berteman kalam warna luna
aku melakar takdir khayalan
dengan percikan warna warna pelangi
aku iringi rerama dan sang lebah menari
aku bisikkan pepatung dan kekunang menyanyi
aku hamparkan permaidani sutera yang mewangi
agar alam ini menyaksi
aku melakar takdir agar kau dan aku bersemi
KINI..
Lakaran takdirku terhapus dek kejamnya dunia
satu persatu kalam lunaku meronta
serakan pelangi itu telah pudar sirnanya
tika hujan yang turun membasahi
adalah hujan darah yang menambah nanah
ada kuasa yang tegar menjual kedaulatan
tanpa izin menjual kehormatan
tanpa zahir batin menjual maruah keturunan
satu persatu kalam lunaku meronta
serakan pelangi itu telah pudar sirnanya
tika hujan yang turun membasahi
adalah hujan darah yang menambah nanah
ada kuasa yang tegar menjual kedaulatan
tanpa izin menjual kehormatan
tanpa zahir batin menjual maruah keturunan
Membeli segeluk keangkuhan
dari pewaris kesombongan
yang maharnya adalah kecurangan
dari pewaris kesombongan
yang maharnya adalah kecurangan
Lalu apa bisa aku melakar lagi
takdirku kini bersulam cemar dan lahar
duhai rerama dan sang lebah
iringi pepatung dan kekunang ke lembah
damailah tanpa ada bisikan berbalah
izinkan aku berjuang tanpa kalah
akan kulakar agar takdir ini bisa tabah
bersama alam menuntut maruah.
takdirku kini bersulam cemar dan lahar
duhai rerama dan sang lebah
iringi pepatung dan kekunang ke lembah
damailah tanpa ada bisikan berbalah
izinkan aku berjuang tanpa kalah
akan kulakar agar takdir ini bisa tabah
bersama alam menuntut maruah.
@innurmust@qim111615
1030mlmselayang
1030mlmselayang
Sunday, 27 September 2015
Tintaku ke 51... KIFARAH
KIFARAH
Dikala langit menangis
Bumi turut merintih
Embun masih enggan membeku
Mentari masih enggan menyirna
Bayu masih enggan berpuput
Karma apa yang melintasi
Dosa siapa yang mencalar suci
Tatkala tangan ini masih bisa
Mendongak langit seraya berbisik
Seketika aku tersedar
Berkurun lama meratah menadah memapah
Sisa-sisa hina dosa para penDAJJAL
Saki baki darah busuk nanar lahar cemar para MUNAFIK
Yang syurgakan dunia tanpa IMAN
Angkuh sombong bongkak mendakwa diri MAHARAJA
Tika kuasa dunia digenggamanmu menyala
DIA menganugerahkan dirimu ALPA
Kasihan...
Sampai bila
Amaran itu telah nyata
KITABULLAH itu sesekali tidak akan bersengketa
Antara HAQ dan BATIL
Antara AQLI dan FIQLI
Antara MAJUSI dan NASRANI
Aku tidak nampak kau menyanjung MURABBI
Alpamu tidak menzahirkan apa yang berlaku
Keturunanku menanggung karma hasil busuk jemarimu
Bilamana alam sendiri meminta untuk MALU
Kerana terlalu sakit dengan perbuatanmu
Hari ini
Ketka ini
Saat ini
Waktu itu telah tiba
YA RABB melunaskan hajat yang tertunda
Satu persatu lembaran derita
Hadir tanpa diduga dan diminta
Usah kau tangisi bilamana mentari tidak lagi bersinar
Usah kau ratapi bilamana bintang bulan tidak lagi gelita
Usah kau ingkari bilamana segalanya akan kelam
Dan menjadi sekelian malam
Atas segala perbuatanmu yang asyik
Yang sebenarnya tidak mengajar erti serik
Terimalah...
Bingkisan KIFARAH.
ainurmustaqim280915
2100mlmselayang
Dikala langit menangis
Bumi turut merintih
Embun masih enggan membeku
Mentari masih enggan menyirna
Bayu masih enggan berpuput
Karma apa yang melintasi
Dosa siapa yang mencalar suci
Tatkala tangan ini masih bisa
Mendongak langit seraya berbisik
Seketika aku tersedar
Berkurun lama meratah menadah memapah
Sisa-sisa hina dosa para penDAJJAL
Saki baki darah busuk nanar lahar cemar para MUNAFIK
Yang syurgakan dunia tanpa IMAN
Angkuh sombong bongkak mendakwa diri MAHARAJA
Tika kuasa dunia digenggamanmu menyala
DIA menganugerahkan dirimu ALPA
Kasihan...
Sampai bila
Amaran itu telah nyata
KITABULLAH itu sesekali tidak akan bersengketa
Antara HAQ dan BATIL
Antara AQLI dan FIQLI
Antara MAJUSI dan NASRANI
Aku tidak nampak kau menyanjung MURABBI
Alpamu tidak menzahirkan apa yang berlaku
Keturunanku menanggung karma hasil busuk jemarimu
Bilamana alam sendiri meminta untuk MALU
Kerana terlalu sakit dengan perbuatanmu
Hari ini
Ketka ini
Saat ini
Waktu itu telah tiba
YA RABB melunaskan hajat yang tertunda
Satu persatu lembaran derita
Hadir tanpa diduga dan diminta
Usah kau tangisi bilamana mentari tidak lagi bersinar
Usah kau ratapi bilamana bintang bulan tidak lagi gelita
Usah kau ingkari bilamana segalanya akan kelam
Dan menjadi sekelian malam
Atas segala perbuatanmu yang asyik
Yang sebenarnya tidak mengajar erti serik
Terimalah...
Bingkisan KIFARAH.
ainurmustaqim280915
2100mlmselayang
Tuesday, 11 August 2015
Tintaku 50..ANDAI TAKDIR BISA MENYENTUHKU
Khabarkan aku angin gembira
Agar bicaraku bisa rapi
Menatang jiwa kemudi hati
Benar takdirku bertamu lagi
Bisikkan aku nada rindu
Agar rentakku bisa merdu
Merenda naluri insaniku
Benar takdirku mencuit bisu
Zahirkan aku warkah cinta
Agar tingkahku berpaling tiada
Menitip relung hati yang bersisa
Benar takdirku tak pernah lupa
Cahayakan siangku dengan daun pelangimu
Agar kudratku utuh bersatu
Tika ajal belum menyapaku
Benar takdirku menyurat janjiMU
Terangi malamku dengan lantai langitmu
Agar bintangku terusan berlagu
Tika takdir bisa menyentuhku
Halakan ke syurga jalananku
ainnurmustaqim
selayang 110815
1.30pg
Tuesday, 2 June 2015
Tintaku 49... SAMPAIKAN
Sampaikan pada angin
rasa syukurku
kerana menghembus
angin fikir buatku
Sampaikan pada hujan
rasa dinginku
kerana rintikmu
menyelimuti amuk jiwaku
Sampaikan pada laut
rasa hibaku
kerana ombakmu
menghakis rawan hatiku
Sampaikan pada malam
rasa sepiku
kerana purnamamu
menitip sirna buatku
Sampaikan pada alam
rasa setiaku
kerana KITA
saling berkasihan
tanpa halangan
melainkan enggan.
@innurmustaqim020615
1430ptgputrajaya
rasa syukurku
kerana menghembus
angin fikir buatku
Sampaikan pada hujan
rasa dinginku
kerana rintikmu
menyelimuti amuk jiwaku
Sampaikan pada laut
rasa hibaku
kerana ombakmu
menghakis rawan hatiku
Sampaikan pada malam
rasa sepiku
kerana purnamamu
menitip sirna buatku
Sampaikan pada alam
rasa setiaku
kerana KITA
saling berkasihan
tanpa halangan
melainkan enggan.
@innurmustaqim020615
1430ptgputrajaya
Sunday, 31 May 2015
Tintaku 48...TANGGUHKAN SEBENTAR
Andai bisa ku melakar usia
Tangguhkan sebentar hayatku
agar aku tidak LUPA
akur janji yang terbina
akur janji yang terbina
Andai bisa ku sentuh urat nadiku
tangguhkan sebentar nyawaku
agar aku tidak LUPA
menatang sayangku terhadapmu
tangguhkan sebentar nyawaku
agar aku tidak LUPA
menatang sayangku terhadapmu
Andai bisa ku gapai waktu
tangguhkan sebentar masa silamku
agar aku tidak LUPA
merenda detik cintaku bersamamu
tangguhkan sebentar masa silamku
agar aku tidak LUPA
merenda detik cintaku bersamamu
Andai bisa ku mencorak pelangi
tangguhkan sebentar gumpal anganku
agar aku tidak LUPA
memukim tiap sentuhan tika bersama
tangguhkan sebentar gumpal anganku
agar aku tidak LUPA
memukim tiap sentuhan tika bersama
Andai bisa ku mencacah awan
tangguhkan sebentar lenaku
agar aku tidak LUPA
merakam tiap inci wajahmu
tangguhkan sebentar lenaku
agar aku tidak LUPA
merakam tiap inci wajahmu
tangguhkan sebentar detik lupaku
agar aku bisa
memaut lagi jemarimu
biar uban memutih dikepala
berpisah tiada tanpa rela
menjemput tika bersama
dalam REDHA.
ainnurmustaqim30052015
1900amselayang
1900amselayang
Monday, 25 May 2015
Tintaku 47...MELAKAR ASUHAN II
Usai kokokkan jalak lenteng
Siak galas sejadah rapi
Tatkala mentari tidak sabar menjamu diri
Aku menyimpul tali kaki
Meredah lorong batu
Di sapa pohon keduduk dan letup letup malu
Siak galas sejadah rapi
Tatkala mentari tidak sabar menjamu diri
Aku menyimpul tali kaki
Meredah lorong batu
Di sapa pohon keduduk dan letup letup malu
Dimataku kau punya rencana
Menatar lembaran cita
Melakar naskah harapan
Menggalas amanah Tuhan
Merenda kalimah ijab asuhan
Menatar lembaran cita
Melakar naskah harapan
Menggalas amanah Tuhan
Merenda kalimah ijab asuhan
Aku disogok vitamin kegigihan
Digasak helai ajaran
Dititip surat ingatan
Dihambur rencah pesanan
Agar aku patuh aturan
Tidak berpaling kesopanan
Tidak membiar liar kehormatan
Digasak helai ajaran
Dititip surat ingatan
Dihambur rencah pesanan
Agar aku patuh aturan
Tidak berpaling kesopanan
Tidak membiar liar kehormatan
Berteman sang langit suram
Kau gadai maruah lenamu
Demi sebatang kapur
Sekeping papan hitam
Menyurat ajaran
Agar aku daki puncak impian
Kau gadai maruah lenamu
Demi sebatang kapur
Sekeping papan hitam
Menyurat ajaran
Agar aku daki puncak impian
Pendidikku
Tak mampu ku sandar intan
Tak mampu ku labur duitan
Tak mampu ku tabur hamparan
Sebagai galang selimuti mahligaimu
Sebagai mahar atas setiap tintamu
Merundukkan lahar ilmu buatku
Tak mampu ku sandar intan
Tak mampu ku labur duitan
Tak mampu ku tabur hamparan
Sebagai galang selimuti mahligaimu
Sebagai mahar atas setiap tintamu
Merundukkan lahar ilmu buatku
Di suratan terakhir ini
Hanya kalungan doa yang berbekal
Menjadi untaian kasih dan cinta
Agar di jambatan usia
Terus tercacah nadi PENDIDIK
Biarpun hanya nisan yang menemani
KAU AKAN KU KENANGI
SAMPAI MATI.
Hanya kalungan doa yang berbekal
Menjadi untaian kasih dan cinta
Agar di jambatan usia
Terus tercacah nadi PENDIDIK
Biarpun hanya nisan yang menemani
KAU AKAN KU KENANGI
SAMPAI MATI.
HAMISHAH JAMHARI
@innurmust@qim170515
@innurmust@qim170515
2200mlmselayang
Friday, 8 May 2015
Tintaku 46... USAH BERPALING AJAR
USAH BERPALING AJAR
Kisah satu hari
pakcik ini menyapaku
dengan alas puji dan uji
merenung sedalamnya makrifat diri
Kisah satu hari
pakcik ini menegurku
dengan gurau seloka sindir
menagih kasih yang belum hadir
Kisah satu hari
pakcik ini merenungku
dengan jerat akal dan fikir
menggali batin dan zahir
Kisah satu hari
pakcik ini memberitahu
dengan sarat dunia dan maya
bisa tersungkur andai tiada landas agama
Kisah satu hari
pakcik ini membawa amanat
hidup usah berpaling ajar
papar maruah yang tidak segar
Kisah satu hari
pakcik ini menitip pesan
hidup harus punya tujuan
ke jalan satu punya bekalan.
pakcik ini menitip pesan
hidup harus punya tujuan
ke jalan satu punya bekalan.
ainnurmustaqim080515
1300ptgputrajaya
~terimakasih pakcik kerana menyedarkan aku dari sasar~
Wednesday, 6 May 2015
Tintaku 45....RANJANG MENANGIS
Di ranjang keasyikan
Penantian seorang isteri mahal
Berbekal cinta jiwa sebongkah iman
Menanti teguh layak seorang pelarian
Penantian seorang isteri mahal
Berbekal cinta jiwa sebongkah iman
Menanti teguh layak seorang pelarian
Di birai katil separuh tiang
Tersimpul kemas lilitan kain batik
Tika peluh jantan galak memercik
Kokokan jalak lenteng
Isyarat agar aksi pantas berpaling
Tersimpul kemas lilitan kain batik
Tika peluh jantan galak memercik
Kokokan jalak lenteng
Isyarat agar aksi pantas berpaling
Tika iman mula bertaut
Nafsu menyusul tanpa surut
Kerahan jiwa yang galak mangamuk
Sayang nakhoda dayungnya merungut
Nafsu menyusul tanpa surut
Kerahan jiwa yang galak mangamuk
Sayang nakhoda dayungnya merungut
Malam itu ranjang menangis
Wayang cinta dicemar tragis.
Wayang cinta dicemar tragis.
ainnurmustaqim040515
1200tghmlmselayang
1200tghmlmselayang
~cuba mencari kelainan..keluar dari kepompong kesantunan menerjah keNAKALan~
Tuesday, 5 May 2015
Tintaku 44...GADIS KAUNTER DAN SI BISU
Tidak pertama kali
Membawa tiga keping surat
Aku gadis kaunter bertemu jutaan umat
Mengapa perlu aku simpan senyum ini
Hanya untuk kamu insan misteri
Membawa tiga keping surat
Aku gadis kaunter bertemu jutaan umat
Mengapa perlu aku simpan senyum ini
Hanya untuk kamu insan misteri
Mengapa kau hanya tersenyum
Bicara aku dalam acara yang sangat protokol
Mengecop pengesahan, menandatangani akuan
Dan bertarikh atas permintaan
Bicara aku dalam acara yang sangat protokol
Mengecop pengesahan, menandatangani akuan
Dan bertarikh atas permintaan
Selama aku berurusan denganmu
Tiada sebarang lantunan suara
Hanya sekuntum senyuman
Sesekali mengangguk tanda setuju
Aku perasan dan juga terperasan
Tiada sebarang lantunan suara
Hanya sekuntum senyuman
Sesekali mengangguk tanda setuju
Aku perasan dan juga terperasan
Kau mencuri sesuatu dariku
Kenakalanmu teserlah di situ
Aku ego dalam menyatakan jawapan
Namun terus bersabar demi sebuah keluhan
Kenakalanmu teserlah di situ
Aku ego dalam menyatakan jawapan
Namun terus bersabar demi sebuah keluhan
Aku enggan melafazkan TERIMA KASIH
Mengundang makna perpisahan dari pertemuan
Akhirnya..
Kau menang dalam gelanggang kita
Dengan isyarat tanganmu yang nyata maksudnya
Kau tidak mampu berkata kata
Mengapa perlu kau tinggalkan sesak yang sarat dalam jiwa
Adakah kau akan datang lagi ke kaunterku
Duhai si bisu!!!
Mengundang makna perpisahan dari pertemuan
Akhirnya..
Kau menang dalam gelanggang kita
Dengan isyarat tanganmu yang nyata maksudnya
Kau tidak mampu berkata kata
Mengapa perlu kau tinggalkan sesak yang sarat dalam jiwa
Adakah kau akan datang lagi ke kaunterku
Duhai si bisu!!!
ainnurmustaqim040515
12.30pgselayang
12.30pgselayang
~hasil pembedahan buku buku pemenang Sayembara Puisi ITBM yang lepas..mencari ekspektasi juri
Yang sangat mahal dan kualitas..belajar untuk menukil sesuatu di balik dinding kayu~
Yang sangat mahal dan kualitas..belajar untuk menukil sesuatu di balik dinding kayu~
Tintaku 43...AIR BASUHAN KAKI
Semangkuk air
Keliru dalam menyata niat
Mengikis kehendak yang tersirat
Apa adanya menyuci sebuah kudrat
Keliru dalam menyata niat
Mengikis kehendak yang tersirat
Apa adanya menyuci sebuah kudrat
Selayaknya dimana
Sebagai pemuas jiwa mereka
Air itu bisa merubah sifat dan warna
Antara semua anggota
Kepala atau kaki persinggahannya
Sebagai pemuas jiwa mereka
Air itu bisa merubah sifat dan warna
Antara semua anggota
Kepala atau kaki persinggahannya
Semangkuk air itu adalah AKU
Malu untuk jadi siapa siapa
Beringat sebelum terlajak cara
Biarlah kaki ini pembuka kata
Semangkuk air
Telah tumpah ke kaki lumpur
Menyuci karat agar tidak tersungkur
Membilas daki daki maruah yang kian lebur.
ainnurmustaqim040515
1.15pgselayang
~aku mencari AKU dalam AKU~
Monday, 27 April 2015
Tinta ke 42...TERUSIK HATI SANG LEBAH
Izinkan aku menumpang
Di kuntuman mawar ini
Aku tidak bisa iri hati
Menunaikan yang hakiki pada diri
Menghirup sedikit madu buat bekalan
Bakal kubina mahligai indah
Habuan keturunanku yang sedang menanti
Pulang dinihari, ada sesuatu yang berisi
Kau memang cantik
Menjadi pujaan dan pujian makhluk bumi
Rezekimu juga dikelopak bunga wangi
Di taman ini berjuta bunga menanti
Kau dan aku
Saling berputar membina hidup
Bertarung demi nyawa yang hidup
Kau rerama cantik dan aku sang lebah lentik
Usah angkuh memandangku
Bersyukurlah
Tika sang bunga di neraca yang adil
Antara kasta, rupa dan siapa
Seteguk madu di celah kelopak jingga
Kita hirup bersama tanpa ada prasangka
Demi sedetik masa menghitung nyawa
Usah pertikai hebatnya kita
Kau dan aku diciptakan bersama
Menumpang tumpang hidup dan berjuang.
~andai berpijak di bumi nyata
hakikat masih menumpang tanpa kuasa~
ainnurmustaqim270415
1430ptgputrajaya
Di kuntuman mawar ini
Aku tidak bisa iri hati
Menunaikan yang hakiki pada diri
Menghirup sedikit madu buat bekalan
Bakal kubina mahligai indah
Habuan keturunanku yang sedang menanti
Pulang dinihari, ada sesuatu yang berisi
Kau memang cantik
Menjadi pujaan dan pujian makhluk bumi
Rezekimu juga dikelopak bunga wangi
Di taman ini berjuta bunga menanti
Kau dan aku
Saling berputar membina hidup
Bertarung demi nyawa yang hidup
Kau rerama cantik dan aku sang lebah lentik
Usah angkuh memandangku
Bersyukurlah
Tika sang bunga di neraca yang adil
Antara kasta, rupa dan siapa
Seteguk madu di celah kelopak jingga
Kita hirup bersama tanpa ada prasangka
Demi sedetik masa menghitung nyawa
Usah pertikai hebatnya kita
Kau dan aku diciptakan bersama
Menumpang tumpang hidup dan berjuang.
~andai berpijak di bumi nyata
hakikat masih menumpang tanpa kuasa~
ainnurmustaqim270415
1430ptgputrajaya
TINTA ke 41...CARIKNYA SURAH YASSIN
Dangkal akal bukan jahil hati
Jahil hati makna hati mati
Tergamak kau julang addin mu di kaki
Hingga cariknya KUN FAYA KUN menyembah bumi
Dentuman guruh di langit menggila
Bukti kau bakal dibalas tuba
Sejengkal akal segeluk iman kau sisa
Tercampak jauh mengagung dunia
Malam jumaat kian tiba
Ratib dan zikir silih bergema
Memuji YA RABB Maha Pencipta
Gempita buana menggegar maya
Berkurun YASSIN tidak disapa
Terbiar usang di gerobok tua
Habuan pepijat dan lipas melata
Melangkau ALIF melintas YA
Tercarik selembar di celah jendela
Menagih simpati ditampuk usia
Berserakan kumpulan MAT dan IKHFA
Bertaburan IDGHAM, IZHAR dan IQLAB berjela
Tiada ampun buatmu lagi
RABBUL IZZATI laksana janji
hukum karma pasti menanti
AL MIZAN paksi kau meniti
~bangkit dari mimpi
taubat pasti menanti~
ainnurmustaqim270415
1200tghputrajaya
Jahil hati makna hati mati
Tergamak kau julang addin mu di kaki
Hingga cariknya KUN FAYA KUN menyembah bumi
Dentuman guruh di langit menggila
Bukti kau bakal dibalas tuba
Sejengkal akal segeluk iman kau sisa
Tercampak jauh mengagung dunia
Malam jumaat kian tiba
Ratib dan zikir silih bergema
Memuji YA RABB Maha Pencipta
Gempita buana menggegar maya
Berkurun YASSIN tidak disapa
Terbiar usang di gerobok tua
Habuan pepijat dan lipas melata
Melangkau ALIF melintas YA
Tercarik selembar di celah jendela
Menagih simpati ditampuk usia
Berserakan kumpulan MAT dan IKHFA
Bertaburan IDGHAM, IZHAR dan IQLAB berjela
Tiada ampun buatmu lagi
RABBUL IZZATI laksana janji
hukum karma pasti menanti
AL MIZAN paksi kau meniti
~bangkit dari mimpi
taubat pasti menanti~
ainnurmustaqim270415
1200tghputrajaya
Tinta ke 40...HIKAYAT DAPUR
Semerbak kopi pekat
Belum tentu dapat memikat
Sekeras kepala pahat
Belum tentu dapat menjerat
Semerbak ubi getuk
Belum tentu dapat memujuk
Sekeping hati merah yang rajuk
Belum tentu terubat elok
Semerbak lempeng pisang
Belum tentu untuk kenyang
Jiwa kosong hati walang
Belum tentu ada jalan pulang
Semerbak teh tarik
Belum tentu dapat memetik
Lara hati yang bekurun tak dijentik
belum tentu kasih akan berdetik.
~kenali diri
agar tidak menyesali~
ainnurmustaqim270415
1100pgputrajaya
Belum tentu dapat memikat
Sekeras kepala pahat
Belum tentu dapat menjerat
Semerbak ubi getuk
Belum tentu dapat memujuk
Sekeping hati merah yang rajuk
Belum tentu terubat elok
Semerbak lempeng pisang
Belum tentu untuk kenyang
Jiwa kosong hati walang
Belum tentu ada jalan pulang
Semerbak teh tarik
Belum tentu dapat memetik
Lara hati yang bekurun tak dijentik
belum tentu kasih akan berdetik.
~kenali diri
agar tidak menyesali~
ainnurmustaqim270415
1100pgputrajaya
Tinta ke 39...POKOK BAKTI
Dinihari
Embun tumpang berteduh
Andai ranting pokok masih utuh
Biarpun kemilau mentari galak menyuluh
Usai subuh fajar berlabuh
Pagi ini
Sepasang unggas tumpang bertenggek
Habuan anak-anak yang merengek
Andai dahan pokok masih tak bertobek
Terbang pulang selagi hati tak jelek
Malam ini
Uda dan dara tumpang bersandar
Selagi batang pokok masih gelegar
Ceritera cinta yang takkan pudar
Membelah pekat awan tanpa sedar
Hari ini
Pokok ketawa dahan gembira
Selagi hayatnya menabur jasa
Persembahkan pada alam dan maya
Tegak akar tunjang berlima
Bakti disemai di pohon cinta.
~menabur jasa selagi daya
agar mereka tersenyum ria~
ainnurmustaqim270415
10.00pgputrajaya
Embun tumpang berteduh
Andai ranting pokok masih utuh
Biarpun kemilau mentari galak menyuluh
Usai subuh fajar berlabuh
Pagi ini
Sepasang unggas tumpang bertenggek
Habuan anak-anak yang merengek
Andai dahan pokok masih tak bertobek
Terbang pulang selagi hati tak jelek
Malam ini
Uda dan dara tumpang bersandar
Selagi batang pokok masih gelegar
Ceritera cinta yang takkan pudar
Membelah pekat awan tanpa sedar
Hari ini
Pokok ketawa dahan gembira
Selagi hayatnya menabur jasa
Persembahkan pada alam dan maya
Tegak akar tunjang berlima
Bakti disemai di pohon cinta.
~menabur jasa selagi daya
agar mereka tersenyum ria~
ainnurmustaqim270415
10.00pgputrajaya
Thursday, 23 April 2015
Tintaku 38... MI HAILAM KASIH SAYANG
Kepulan asap dari dapur
Bisa menggetar seluruh aroma jiwa
Percikan minyak yang mengamuk
Menegangkan isi udang yang membengkok
Rancak tangan separuh angka itu menghayun
Senduk kayu yang separuh batang
Patah tika laju mendayung girang
Mi hailam berenang satu kuali
Tika peluh memercik di dahi
Emak memecah telor empat biji
Empat beradik yang emak kasihi
Sepinggan seorang kuah membanjiri
Untuk hirupan tanpa henti
Aku, abang dan dua adik
Tidak sekali akan serik
Mi hailam emak paling terbaik
Pengikat kasih sayang empat beradik
Biarpun kemboja memutihi pusara
Buah tangan ini paling istimewa
Kini
Aku tempat menagih kenangan
Mi hailam emak beralih tangan
Senduk kayu separuh batang ku dayung laju
Mi hailam tidak pernah memisahkan
Telor empat biji dan udang kemerahan
Adalah rencah kenangan yang emak tinggalkan
Mi hailam bukti kasih sayang tiada percaturan.
ainnurmustaqim230415
1345ptgputrajaya
**tribute untuk allahyarhamah bonda jagaan ku..kisah benar yang melingkari kehidupanku 25 tahun dahulu..TERIMAKASIH mak kerana banyak "menginsankan" adik..terimakasih juga buat abangku AZHAR SAMINGAN, adik2 saudaraku MOHD RASHIDI SAMSUDIN & MOHD KHAIRUL SAMSUDIN...kenangan bersama kalian akan kubawa sampai mati..MI HAILAM KASIH SAYANG KITA BERSAMA..
ALFATIHAH buat arwah emakku SITI ROKANAH BT ISMAIL dan abahku MOKHTAR ABD WAHAB...terimakasih mak dan abah yg menjaga adik selama 24 tahun...in syaallah bertemu di syurga..adik takkan lupa jasa mak dan abah yg bela adik..sumpah adik rindu mak dan abah :-((
terimakasih abangku AZHAR SAMINGAN...mudahan hidupmu dimurahkan rezeki dan dilimpahi rahmat dan keberkatan
inilah mee hailam arwah mak yang menjadi kenangan dan kesukaan semua ahli keluarga...alhamdulillah mak...walaupun tak sama seratus peratus kenikmatan dan kesedapannya macam mak..tapi adik berjaya memuaskan semua orang yang memakannya..berkat air tangan mak..sumpah adik rindukan mak.. :-((
Tintaku 37... TANAH INI
Mencari satu kebenaran
Hakikat diri di bumi ini
Tanah yang kupijak
Tapak yang ke jejak
Berlumut selaput kulat yang bertapok mendak
Siapa aku di tanah ini
Kudrat sang tua yang bermati mati
Mencangkul sekangkang tanah meninggal bukti
Buat sarang hidup melawan petualang
Tanpa ada ihsan bangsawan
Tanpa ada belas dermawan
Tulang keras yang mereput ini bertahan
Demi sesuap nasi anak keturunan
Usah mimpi dalam jaga
Usah melayan angan saja
Tanah ini milik kita
Rumpun ini kita pelihara
Wadah ini tanah kita.
~pertahan selagi ada~
ainnurmustaqim230415
1300ptgputrajaya
Hakikat diri di bumi ini
Tanah yang kupijak
Tapak yang ke jejak
Berlumut selaput kulat yang bertapok mendak
Siapa aku di tanah ini
Kudrat sang tua yang bermati mati
Mencangkul sekangkang tanah meninggal bukti
Buat sarang hidup melawan petualang
Tanpa ada ihsan bangsawan
Tanpa ada belas dermawan
Tulang keras yang mereput ini bertahan
Demi sesuap nasi anak keturunan
Usah mimpi dalam jaga
Usah melayan angan saja
Tanah ini milik kita
Rumpun ini kita pelihara
Wadah ini tanah kita.
~pertahan selagi ada~
ainnurmustaqim230415
1300ptgputrajaya
Tintaku 36...GURINDAM FIKIR
Jenguk dalam reban buluh
Ayam ibu anak sepuluh
Intai dalam kepok padi
Beras malinja penuh berisi
Tenung air dalam telaga
Anak berudu berlaga laga
Telek dalam parit sawah
Teratai merah kembang merekah
Renung ke langit cerah
Burung terbang melayang rendah
Lihat di padang lapang
Anak-anak bermain layang-layang
Fikir dalam fikir
Syukur amat takdir
Rahmat dalam berkat
Usah sombong kufur nikmat.
ainnurmustaqim230415
1100pgputrajaya
Ayam ibu anak sepuluh
Intai dalam kepok padi
Beras malinja penuh berisi
Tenung air dalam telaga
Anak berudu berlaga laga
Telek dalam parit sawah
Teratai merah kembang merekah
Renung ke langit cerah
Burung terbang melayang rendah
Lihat di padang lapang
Anak-anak bermain layang-layang
Fikir dalam fikir
Syukur amat takdir
Rahmat dalam berkat
Usah sombong kufur nikmat.
ainnurmustaqim230415
1100pgputrajaya
Wednesday, 22 April 2015
Tinta ke 35... HAMBAR
Laksana kabus
Lewat malam bayu menghembus
Mendinginkan diri seorang perempuan
Yang hatinya tidak keruan.
Laksana air
Lewat sore mengalir
Mendinginkan jiwa seorang perempuan
Yang hatinya gundah rawan
Laksana hujan
Dinihari menitis airmata langit
Mendinginkan batin seorang perempuan
Yang jiwanya sendirian
Laksana pelangi
Lewat senja masih menyinari
Menceriakan senyum hambar seorang perempuan
Yang takdirnya luka sepanjang kenangan
Biarpun kabus dan air
Biarpun hujan dan pelangi
Bermusim bersilih ganti
Namun perempuan itu masih hambar sendiri
Melewati laman impian yang kian memutih
Memagari diri.
@ainnurmust@qim 230415
10.00pgputrajaya
Lewat malam bayu menghembus
Mendinginkan diri seorang perempuan
Yang hatinya tidak keruan.
Laksana air
Lewat sore mengalir
Mendinginkan jiwa seorang perempuan
Yang hatinya gundah rawan
Laksana hujan
Dinihari menitis airmata langit
Mendinginkan batin seorang perempuan
Yang jiwanya sendirian
Laksana pelangi
Lewat senja masih menyinari
Menceriakan senyum hambar seorang perempuan
Yang takdirnya luka sepanjang kenangan
Biarpun kabus dan air
Biarpun hujan dan pelangi
Bermusim bersilih ganti
Namun perempuan itu masih hambar sendiri
Melewati laman impian yang kian memutih
Memagari diri.
@ainnurmust@qim 230415
10.00pgputrajaya
Tuesday, 21 April 2015
TINTAKU 34...KEBAYA MERAH KERONGSANG PATAH
Di balik kerawang bunga cempaka
Meleret senyum si tampuk manggis
Meniti lipatan diukur seela
Menggulung kain potongan kebaya.
Hentakkan si jarum membelah laluan
Zapin dan inang tingkah bersilang
Mencorak si kudup kelopak bertampok
Tambah riak kebaya menyorok
Indah disarung si dara genit
Berbatik lepas digaya lentik
Kebaya merah sombong melirik
Umpama maharani bersanggol cantik
Bermuram kasih bak langit gerhana
Kebaya merah meratap durja
Musibat siapa pembuat angkara
Kerongsang patah mengundang derita.
~ainnurmustaqim210415
0800pgputrajaya
Thursday, 16 April 2015
Tinta Ke 33...DALAM TAHAJJUD RINDUKU
Detik itu saban waktu
Terbias dengan rasa curiga
Suara yang mengejutkan aku
Agar bangkit
Dalam menzahirkan sesuatu
Yang tersirat dikalbu
Berabad lama
Yang terpendam mungkin menjadi luka
Wudukku di kaki subuh yang hening
Membuka seluruh jasad
Menembus satu makrifat
Menyahut janji Pencipta
Merendahkan hati dan jiwa
Dalam tahajjud yang sarat rindu cinta
Ku rebahkan segala lelah resah
PADAMU
Agar nyawa ini terus hidup
Demi satu perjanjian
Satu lafaz cinta
Yang sering aku nantikan
Biarpun masih kabur dipandangan
Ku yakin..
Dia ada untukku
Ku takkan mungkir dalam sujudku
mungkin akan bertaut di untaian tasbihku
Dalam tafakur mencapai zuhud
Dalam iktikaf membayar khilaf
Ku akui
Aku adalah hambaMU
Yang masih mencari ruang
Membilas segala dosa meraih pahala.
@innurmust@qim 160415
1030pg putrajaya
Terbias dengan rasa curiga
Suara yang mengejutkan aku
Agar bangkit
Dalam menzahirkan sesuatu
Yang tersirat dikalbu
Berabad lama
Yang terpendam mungkin menjadi luka
Wudukku di kaki subuh yang hening
Membuka seluruh jasad
Menembus satu makrifat
Menyahut janji Pencipta
Merendahkan hati dan jiwa
Dalam tahajjud yang sarat rindu cinta
Ku rebahkan segala lelah resah
PADAMU
Agar nyawa ini terus hidup
Demi satu perjanjian
Satu lafaz cinta
Yang sering aku nantikan
Biarpun masih kabur dipandangan
Ku yakin..
Dia ada untukku
Ku takkan mungkir dalam sujudku
mungkin akan bertaut di untaian tasbihku
Dalam tafakur mencapai zuhud
Dalam iktikaf membayar khilaf
Ku akui
Aku adalah hambaMU
Yang masih mencari ruang
Membilas segala dosa meraih pahala.
@innurmust@qim 160415
1030pg putrajaya
Tintaku 30...JUJUR BERSULAM RASA
Saat pertama
Rasa itu datang
Tanpa bayang
Tanpa ruang
Tanpa jurang
Saat pertama
Rasa itu hampir
Tanpa fikir
Tanpa mungkir
Tanpa akhir
Saat pertama
Rasa itu dekat
Tanpa syarat
Tanpa kudrat
Tanpa akad
Saat pertama
Rasa itu benar
Tanpa calar
Tanpa cemar
Tanpa lahar
Saat pertama
Aku akur rasa
Rasa itu amat jujur
Rasa itu amat luhur
Sentuh jiwa ku kian subur.
@innurmust@qim 160415
10.00pgputrajaya
Wednesday, 15 April 2015
Tinta ke 32...TERUKIR CINTA DI SAWAH RUMBIA
Telah ku adukan pada sang langit
Telah ku rajukkan pada sawah perit
Telah ku rayukan pada pohon nipah jerit
Telah ku sandarkan pada kiambang terik
Aku tidak rawan di kota amuk
Duniaku lumpur dan palitan selut
Mainanku berudu dan anak belut
Anganku pada pepohon padi pulut
Di batas itu aku melakar cinta
Di batas itu aku memakir janji
Ku bisikkan pada angin petang yang menari
Sejauh mana jiwaku terlantar
Berabad mana batinku tersasar
Berkurun mana ragaku tercalar
Pepohon nyiur telah lama bersabar
Penantian si condong itu bukan bubar
Aku mukimkan segalanya di sawah lumpur ini
Menyerah segala lautan takdir dan bukti
Menanti cintaku hadir untuk mengiringi
Jujur aku lelah dalam cinta yang terarah
Sumpah aku derita dalam kalungan nista
Janji kesumat yang hanya sia-sia
Merenggut usiaku yang terbiar tanpa daya
Siapa pun dikau yang tidak bernama
Andai di batas sawah itu kau hadir jelma
Atas suratan dan takdir dari penciptaa
Dengan lafaz BISMILLAH hijab terbuka
Sinar yang selama ini terpadam dek dendam purnama
Rajuk sang langit bakal bercahaya gelita.
~ilhamrasaanakdesa~
ainnurmustaqim150415
12.30pgselayang
**kredit gambar dari sahabatkarya Karukord Jagaus
terimakasih daun keladi kerana gambar ini mencetuskan ku ispirasi**
Telah ku rajukkan pada sawah perit
Telah ku rayukan pada pohon nipah jerit
Telah ku sandarkan pada kiambang terik
Aku tidak rawan di kota amuk
Duniaku lumpur dan palitan selut
Mainanku berudu dan anak belut
Anganku pada pepohon padi pulut
Di batas itu aku melakar cinta
Di batas itu aku memakir janji
Ku bisikkan pada angin petang yang menari
Sejauh mana jiwaku terlantar
Berabad mana batinku tersasar
Berkurun mana ragaku tercalar
Pepohon nyiur telah lama bersabar
Penantian si condong itu bukan bubar
Aku mukimkan segalanya di sawah lumpur ini
Menyerah segala lautan takdir dan bukti
Menanti cintaku hadir untuk mengiringi
Jujur aku lelah dalam cinta yang terarah
Sumpah aku derita dalam kalungan nista
Janji kesumat yang hanya sia-sia
Merenggut usiaku yang terbiar tanpa daya
Siapa pun dikau yang tidak bernama
Andai di batas sawah itu kau hadir jelma
Atas suratan dan takdir dari penciptaa
Dengan lafaz BISMILLAH hijab terbuka
Sinar yang selama ini terpadam dek dendam purnama
Rajuk sang langit bakal bercahaya gelita.
~ilhamrasaanakdesa~
ainnurmustaqim150415
12.30pgselayang
**kredit gambar dari sahabatkarya Karukord Jagaus
terimakasih daun keladi kerana gambar ini mencetuskan ku ispirasi**
Tuesday, 14 April 2015
Tinta ke 31...DELIMA MERAH DI HAIGA SOPHIA
Menanti senja berlabuh
Aroma teh nak-nak melintas pekat
Di penjuru barat Kota Kostantinopel
Berdiri megah sejarah indah.
Jelas Haiga Sophia cemburu
Dibalik senyuman rindu Masjid Biru
Gugusan anggur,kuntuman tulip dan kelopak mawar
Melontar raut wajah delima hambar
Merunduk pada kerlipan kristal minyak tanah
Menyerah cahaya seluruh mihrab megah.
Tika bergema azan maghrib
Seluruh kota Istanbul bangkit
Seakan pesta meninggalkan Haiga Sophia
Merendahkan sujud dihamparan sutera
Yang mengalasi kaki kaki dosa
Membilas karat tapak Bayzantine
Yang mungkir di tanah pasir.
Saat meninggalkan jejak
Aku bisikkan pada delima merah
Yang berarca di seramik biru
Usah rindu aku
Simpan setitis airmatamu buat penawar kalbu
Demi cinta aku pasti kembali
Nantikan aku di Haiga Sophia
Cukup sekadar secangkir teh nak-nak
Andai itu bisa buat kau tersenyum.
~Istanbul...nantikan senyumanku~
ainnurmustaqim060115
1125mlmselayang
MALAYSIA.
Aroma teh nak-nak melintas pekat
Di penjuru barat Kota Kostantinopel
Berdiri megah sejarah indah.
Jelas Haiga Sophia cemburu
Dibalik senyuman rindu Masjid Biru
Gugusan anggur,kuntuman tulip dan kelopak mawar
Melontar raut wajah delima hambar
Merunduk pada kerlipan kristal minyak tanah
Menyerah cahaya seluruh mihrab megah.
Tika bergema azan maghrib
Seluruh kota Istanbul bangkit
Seakan pesta meninggalkan Haiga Sophia
Merendahkan sujud dihamparan sutera
Yang mengalasi kaki kaki dosa
Membilas karat tapak Bayzantine
Yang mungkir di tanah pasir.
Saat meninggalkan jejak
Aku bisikkan pada delima merah
Yang berarca di seramik biru
Usah rindu aku
Simpan setitis airmatamu buat penawar kalbu
Demi cinta aku pasti kembali
Nantikan aku di Haiga Sophia
Cukup sekadar secangkir teh nak-nak
Andai itu bisa buat kau tersenyum.
~Istanbul...nantikan senyumanku~
ainnurmustaqim060115
1125mlmselayang
MALAYSIA.
Subscribe to:
Comments (Atom)





































.jpg)
