TANGGUHKAN SEBENTAR DI BAHUKU Duhai sang angin Tangguhkan sebentar hembusanmu Andai laut berbisik sendu Ada amarah yang menganggu Duhai sang laut Tangguhkan sebentar amukanmu Andai ombak enggan berlagu Ada resah yang memburu Duhai sang ombak Tangguhkan sebentar geloramu Andai pepasir pantai membiru Ada cemar yang berteleku Duhai pepasir Tangguhkan sebentar serakanmu Andai pelangi enggan bersatu Ada sirna yang celaru Duhai pelangi Tangguhkan sebentar senyumanmu Andai mentari enggan bertamu Ada rajuk yang membisu Duhai mentari Labuhkan sebentar cahayamu Agar aku bisa menunggu Bisikan angin,laut,ombak,pepasir dan pelangi itu Hiasi malamku tanpa jemu Melepas lelah dan sendu Di bahuku yang bertatah rindu. Ainnurmustaqim111015 12.30pgselayang
TERLUNASKAH HUTANGMU Tika kerdipan di tubir matamu menyambut langit pagi yang membiru hadirkah dalam sekujur benak bisa terlunaskah hutangmu? Tika senyuman jelma di bibir mungilmu menjamah pelangi indah di pagi nan cerah wujudkah secangkir insaf pada akal bisa terlaksanakah hutangmu? Tika tangan yang menggengam patuh menyentuh hiasan dunia wujudkah rasa zahir di kalbu bisa tertunaikah hutangmu? Tika kaki yang terkujur kaku menghayun derap langkah yang merencah munculkah kerendahan di relung jiwa apa wajib membayar piutangmu? Tika jasad membaring lesu sepantas riak membelah dunia jelmakah taubatan nasuha di jambatan rohani apa benar dirimu berhutang setiap inci? Tangguhkan sebentar rasa alpa lepaskan sebentar amuk jiwa tika asyik di syurga dunia bimbang ajal menjemput usia Benar dirimu telah lupa segala yang kau julang puja adalah pinjaman semata sekadar indah di pandangan mata sementara lunak di halwa telinga sebentar nyaman di kolam rasa adalah aku janji yang kau maknai di alam roh segala bersaksi terbayarkah piutangmu selama ini atas nikmat yang tidak pernah engkau syukuri ainnurmustaqim241115 1100mlmselayang
SEANDAINYA AKU TAHU Seandainya aku mengetahui Betapa nikmatnya kesakitan itu Nescaya aku merayu Tangguhkan sihat buatku Seandainya aku menyedari Betapa nikmatnya kelaparan itu Nescaya aku enggan Dihadirkan kenyang buatku Seandainya aku memahami Betapa nikmatnya kemiskinan itu Nescaya aku tidak mahu Diberi kekayaan buatku Seandainya aku mengerti Betapa nikmatnya penderitaan itu Nescaya aku menolak Dihadiahkan bahagia buatku Seandainya segala nikmat itu Adalah bisa yang mencalar tiap waktuku Aku rela di sentuh dengan segala ujian-MU Andai itu adalah penawar bagi tiap khilafku Bagi tiap lalaiku Bagi tiap laghoku Bagi tiap alpaku Sungguh aku rela Kerana.. Aku tidak tahu akan bila hadirnya AJALKU.. Tinggalkan sedikit waktu YA ALLAH Andai dapat aku membasahi lidahku Hanya dengan menyebut NAMA-MU Andai ini kalam terakhir dariku… @innurmust@qim301115 0900pgputrajaya